MC- Sedih ya melihat beberapa teman atawa sahabat kita yang masih saja melihat bolos sebagai trend. Iya jelas dong, apalagi mereka itu kan memiliki masa depan yang masih sangat panjang, dan itu harusnya dikejar. Tapi, ternyata fenomena itu masih saja terjadi. Mau tau?
Nah, disini Redaksi mengirim semua crew MC ke lapangan untuk mengamati hal itu. Untuk tujuan tersebut, Nasriati ‘ibu’ Pimpinan Redaksi itu juga meliput langsung di sekolahnya di SMA 1 Meulaboh. Azizah, Putra, Murni, Linda, David, Jefri meliput di sekolahnya di SMA 1 Meureubo. Yulita, sosok yang menyukai psikologi itu melakukan observasi di sekolahnya di MAN Meulaboh. Dan Rahma, ini nih sicantik yang satu ini meliput di sekolahnya di MAN Suaktimah. Salah satu sekolah yang pernah hancur saat Tsunami 5 tahun lalu.
MC- Temen-temen. Di sekolah salah satu wartawati kita Murni, dia menemukan seorang temennya yang suka bolos. Sebut saja namanya Roki (bukan nama yang sebenarnya), pengakuan Roki,”aku awalnya bukan anak yang suka bolos. Cuma, akhirnya aku bolos karena gurunya gak enak ngajarnya. Guru itu selalu saja pake cara ngajar yang ngebosenin. Senyum aja jarang. Ada juga guru yang Cuma maunya bawa serius terus. Gak pernah ada cara yang bikin kita betah. Makanya aku suka bolos gini. Gak Cuma salah aku dong.” Nah tuh, gitu komentar seorang teman kita di SMA 1 Meureubo.
Sedangkan Reporter kita di MAN Suak Timah, Rahma Sarita menurunkan berita tentang beberapa tetangga sekolahnya yang melakukan bolos. Ada tuh yang namanya Deri (nama samaran), ia melakukan kegiatan bolos dikarenakan berantem di kelas. Awalnya karena perselisihan saat pembagian kelompok di kelasnya. Dari perselisihan itu, Deri memutuskan untuk tidak masuk kelas alias bolos.
Nah, dari Kota Meulaboh sendiri, Reporter MC yang juga sekaligus Sekretaris MC, Yulita yang meliput tentang beberapa rekannya yang melakukan bolos. Bukan Cuma cowok lho, tetapi juga ada beberapa yang cewek. Seorang temennya, Serina (bukan nama sebenarnya), mengatakan bahwa ia memilih membolos disebabkan janjian dengan cowoknya.
“Iya aku memilih untuk bolos karena seringkali cowokku datang ke sekolah menjemput untuk mengajak keluar. Lagian aku juga lagi boring di kelas. Jadinya aku milih aja daripada ngelamun di sekolah. Pelajaran juga gak bisa dinikmati. “

Selain itu, terdapat beberapa temuan yang diperoleh oleh kru reporter, sebagian pelaku bolos itu memilih untuk bolos dikarenakan berpikir sekolah bukan sesuatu yang menyenangkan.
Simak saja salah satu temen kita yang nama roni (nama samaran), ia mengakui,”aku waktu itu keluar dari kelas untuk merokok dengan temen-temen lain, yang penting kan sekolah jalan, rokok pun jalan.” Gitu ujar Roni dengan enteng saat ditanyakan alasannya melakukan bolos. (Rep: Nasriati, Yulita, Rahma, Azizah, dkk)
Dengan proses diskusi dan perdebatan yang melelahkan. Akhirnya, Majalah Cerdas telah memasuki sesi jelang terbit. Berikut kami rekam sebagian proses dari diskusi di redaksi kami:
Zulfikar Akbar
Assalaamualaikum WW
Baik, adik-adik. Alhamdulillah kita hari ini telah bisa bersama hadir disini. Sebagai bukti kalian semua serius untuk menggarap majalah ini. Dan ini jujur memang sangat membuat Abang merasa semangat kembali. Karena, dalam pembuatan Majalah ini, Abang bukan siapa-siapa. Hanya dipercayakan untuk memberikan bimbingan kepada kalian semua. Nah, kalau kalian tidak bersemangat lagi, mungkin Abang akan ngambek dan memilih untuk mengundurkan diri saja.
Kan malu juga, dipercayakan untuk nanganin kalian untuk bikin majalah saja, Abang gak mampu? Kalau ini gagal, maka yang merasa malu tidak Cuma kalian, tetapi Abang juga akan sangat malu. Tapi jika kalian berhasil menunjukkan kemampuan kalian, kebanggaan itu miliki kalian. Mungkin yang Abang rasakan adalah kebahagiaan. Karena, dengan keberhasilan itu, setidaknya, ilmu jurnalistik yang selama ini Abang dalami dan berikan kepada kalian dengan apa yang Abang bisa berarti tidak sia-sia.
Tidak masalah dengan jumlah kalian yang hanya seperti ini. Justru tantangan ini kelak akan membuat kalian lebih nampak, bahwa kalian telah tunjukkan semua yang kalian bisa, dan menunjukkan usaha kalian.
Mungkin ini yang bisa Abang berikan sebagai masukan buat kita semua. Abang yakin dan percaya kalian pasti bisa!
Baik, untuk selanjutnya kita minta kepada Pemimpin redaksinya, Nasriati untuk memimpin rapat kalian hari ini.
Nasriati
Assalamualaikum WW
Alhamdulillah, syukur kepada Allah yang telah memberi kita waktu dan kesehatan serta kesempatan hingga bisa bersama untuk hadir disini. Salawat kepada Nabi Muhammad SAW yang telah berjuang untuk umatnya sehingga membawa peradaban manusia ke tempat yang lebih baik.
Terima Kasih kepada Bang Fikar yang telah meluangkan waktu untuk mendampingi kita dan menyiram semangat untuk kita semua. Mungkin dengan itu, kita benar-benar bisa melakukan yang terbaik dengan apa yang kita bisa.
Oya, teman-teman. Minggu lalu kita telah membahas seputar format atau bentuk seperti apa majalah kita ini. Dan kemarin juga telah kita rancang susunan redaksi.
Majalah ini merupakan wacana yang telah diusung oleh KKSP Meulaboh. Sekarang akan memasuki tahap pertama penerbitannya. Majalah ini sendiri merupakan karya dan kreatifitas anak-anak dampingan KKSP Meulaboh.
—————————————————-
Berdiri pada September 2009 di Meulaboh, Aceh Barat
Susunan Pengurus:
Penanggung Jawab: KKSP Meulaboh
Pembina:
- Zulfikar Akbar
- Taufik Hidayat Harahap, SH.I
- Abdi Jaya Marpaung, SH.I
Pemimpin Redaksi
Nasriati (SMA I Meulaboh)
Wapemred:
Widya Putra (SMA I Meulaboh)
Sekretaris Redaksi:
Yulita (MAN I Meulaboh)
Redaksi
- Rahma (MAN Suaktimah)
- Murni (SMA Meureubo)
- Linda (SMA Meureubo)
Reporter:
Anak-anak Alumni Pendidikan Jurnalistik KKSP 2009
Nah, darisana hari ini kita membahas tentang isi dari majalah kita nanti. Dalam pertemuan sebelumnya kita telah sepakati awalnya dengan nama Suara Aneuek. Tapi atas usul Yulita, katanya ia keberatan dengan nama itu karena nama itu tidak sepenuhnya tepat. Apalagi sebagian dari kita memang telah remaja. Bang Zulfikar mungkin ingin berikan masukan
Zulfikar Akbar
Baik, mungkin Abang tidak terlalu panjang mengdikte kalian. Cuman, pertimbangan Abang, coba cari nama majalah kalian itu betul-betul dengan nama yang deket dengan kalian, mencerminkan tujuan dari majalah ini, dan betul-betul kalian yakin menarik perhatian dan menyemangati kalian sendiri. Idealnya, usahakan dengan nama yang paling ringkas tapi betul-betul mencerminkan kalian dengan semua yang kalian rencanakan. Silahkan
Nasriati
Saya sendiri punya usul kita kasih nama dengan CERDAS. Moto yang bisa kita pakai media kreatifitas. Bagaimana dengan teman-teman
Putra
Saya lebih setuju memang dengan nama itu. Tapi aku kira lebih baik motonya kita ubah sedikit. Bagaimana dengan moto: Gaul Berprestasi
Rahma
Baik, aku pikir itu sudah sangat tepat
Ija
Tapi aku sendiri lebih setuju dengan nama Remaja Gaul saja
Lisa
Aku terserah dengan teman-teman, apa saja boleh
Yulita
Aku lebih setuju dengan pandangan Putra dalam hal motto: Gaul Berprestasi. Karena kan memang yang kita inginkan seperti itu kan. Bagaimana teman-teman?
Anak-anak
Iyalah, okelah, betul. .betul… betul
Nasriati
Baik, kita pilih nama dengan CERDAS, dengan Motto Gaul dan Mencerdaskan. Sekarang Yulita, kamu bacakan dong rubrik apa saja yang sudah kita rencanakan kemarin?
Yulita
Okeh. Iya, rubrik yang kita rencanakan hari itu ada beberapa. Tapi sebelumnya aku mau bilang. Hari itu kan, kita sudah bahas tentang tema apa yang akan kita angkat. Nah tema itu, BOLOS? Hare gene?
Baru dari sana kita lihat rubrik yang akan kita buat
Ini ada Editorial, Berita Utama, Tips, Karya Muda, Aktifitas dan Profil sekolah..
Nasriati
Trims Yulita. Ini seperti yang disebutkan Bang Zulfikar bahwa Editorial itu kan merupakan pandangan kita dari redaksi. Jadi untuk editorial biar aku yang tangani. Sedangkan berita utama kita serahkan saja pada Putra. Bagaimana, setuju teman-teman?
Anak-anak
Setuju
Nasriati
Baik. Tapi untuk mencari berita yang berhubungan dengan berita utama itu, tentu kita semua terjun kesana mencari bahannya. Nanti kita bisa mencarinya dari sekolah kita masing-masing. Seperti yang disarankan Bang Zulfikar kemarin. Sedangkan untuk Tips kita serahkan pada Murni. Setuju kan Murni
Murni
Iya deh, aku setuju aja
Nasriati
Di tips itu Murni bisa berikan masukan apa saja yang berhubungan dengan tema besar yang kita angkat gitu. Sedangkan untuk Karya Muda kita serahkan pada Ija. Profil sekolah nanti bisa dari masing-masing kita. Sedangkan rubrik Aktifitas biar Putra juga yang tangani.
Nah, saya kira bahasan kita hari ini sudah selesai. Dan saatnya kita semua melaksanakan tindak lanjut dari ini dengan langsung mencari bahan berita dan isi majalah kita. Untuk pertemuan selanjutnya, kita usahakan tulisan dan liputan kita sudah masuk ke redaksi oke. Sedangkan untuk teman-teman kita disekolah bisa kita beritahukan lewat majalah dinding sekolah masing-masing saya kira. Oke temen-temen. Untuk Bang Fikar, kan kami dengan begini sudah jadi wartawan kan? Nah, kami minta Abang sampaikan pada KKSP untuk buatkan kami ID Card Wartawan Majalah Cerdas.
Mungkin itu harapan kami. Dan hari ini teman-teman, kita sudahi dulu pertemuan kita. Pada pertemuan selanjutnya kita akan langsung memilah tulisan dan liputan masing-masing kita. Setuju
Anak-anak
Setuju, selapan hahaha
Nasriati
Baiklah, ini saja yang bisa saya sampaikan. Kepada Bang Fikar mungkin ada yang ingin disampaikan silahkan. Assalaamualaikum WW
Zulfikar Akbar
Mengingat sudah terlalu sore, mungkin Abang tidak berikan terlalu banyak masukan lagi, tapi satu hal yang ingin Abang minta, kalian harus bertanggung jawab atas semua yang kalian lakukan. Itu saja terima kasih
Dipercayakan KKSP untuk menangani anak-anak di Redaksi Majalah Cerdas merupakan sebuah tantangan sendiri. Bisa dipahami, mereka umumnya adalah anak-anak remaja dengan latar belakang sebagai Pelajar. Tak jarang, menatap wajah-wajah lugu mereka yang kelelahan, sering terbetik iba juga di hati saya. Betapa, sehabis pulang sekolah, berisitirahat sebentar, lantas harus berangkat lagi untuk melanjutkan kegiatan mereka menggarap Majalah yang diprakarsai Lembaga KKSP ini.